sekehedemenbali

Media sosialnya semeton Bali

Ketua DPRD Badung Bersama Wabup Dampingi Wagub Bali Hadiri Upacara Mecaru, Mendem Pedagingan dan Melaspas di Pura Puseh lan Toya Ning Desa Adat Kuta

3 min read

Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta mendampingi Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menghadiri rangkaian upacara suci Mecaru, Mendem Pedagingan, dan Melaspas di Pura Puseh lan Toya Ning Desa Adat Kuta, Kelurahan Kuta, Kecamatan Kuta pada Jumat (6/3). Upacara tersebut berlangsung khidmat dan penuh nuansa spiritual, dihadiri oleh tokoh masyarakat serta krama Desa Adat Kuta yang mengikuti rangkaian yadnya dengan penuh rasa bhakti.

Pelaksanaan upacara ini menjadi momentum penting bagi masyarakat setempat, karena menandai rampungnya proses perbaikan dan penataan pura yang dilakukan secara menyeluruh. Dengan selesainya upacara di Pura Puseh lan Toya Ning, maka rangkaian perbaikan di Pura Kahyangan Tiga Desa Adat Kuta kini telah tuntas, sehingga kembali dapat dimanfaatkan secara maksimal sebagai pusat kegiatan spiritual dan adat bagi masyarakat.

Ketua DPRD Badung, I Gusti Anom Gumanti menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh krama Desa Adat Kuta atas semangat kebersamaan, gotong royong, serta ketulusan hati dalam melaksanakan yadnya. Menurutnya, pelaksanaan upacara suci seperti ini tidak hanya menjadi wujud bhakti umat kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, tetapi juga mencerminkan kekuatan nilai-nilai adat dan budaya yang diwariskan secara turun-temurun di Bali.

Ia menilai bahwa keberhasilan masyarakat dalam menyelesaikan proses perbaikan pura hingga tahap penyucian melalui upacara melaspas menunjukkan kuatnya komitmen masyarakat adat dalam menjaga keberlangsungan tradisi, sekaligus merawat tempat-tempat suci yang menjadi pusat spiritual kehidupan masyarakat. “Yadnya yang dilaksanakan hari ini merupakan wujud rasa syukur dan bhakti umat kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Di sisi lain, ini juga menjadi bukti bahwa nilai kebersamaan dan gotong royong masyarakat Bali masih sangat kuat dalam menjaga warisan budaya dan spiritual,” ujarnya.

Sebagai pimpinan lembaga legislatif, Anom Gumanti menegaskan bahwa keberadaan pura tidak hanya memiliki makna sebagai tempat persembahyangan semata, tetapi juga sebagai simbol identitas budaya, spiritualitas, serta pusat kehidupan sosial masyarakat adat di Bali. Oleh karena itu, keberadaan pura yang telah diperbaiki dengan baik ini harus dijaga dan dirawat bersama agar tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

Ia juga mengingatkan bahwa setelah proses pembangunan dan penyucian selesai, tanggung jawab bersama selanjutnya adalah menjaga kesucian serta keutuhan bangunan pura agar tetap terpelihara dengan baik.
“Setelah pura ini selesai diperbaiki dan disucikan melalui upacara melaspas, tentu menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaga dan merawatnya. Pura bukan hanya bangunan fisik, tetapi juga merupakan pusat spiritual yang menguatkan sradha dan bhakti umat Hindu,” katanya.

Lebih lanjut, ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa serta menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, nilai-nilai spiritual yang lahir dari pelaksanaan yadnya harus menjadi landasan dalam menjaga persatuan, kebersamaan, dan kedamaian di tengah kehidupan masyarakat. “Melalui yadnya ini kita tidak hanya melakukan penyucian secara niskala, tetapi juga diharapkan mampu memperkuat kesadaran spiritual serta mempererat kebersamaan di tengah masyarakat,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama DPRD Badung akan terus memberikan perhatian terhadap pelestarian adat, budaya, dan nilai-nilai spiritual masyarakat Bali. Hal ini sejalan dengan komitmen untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan daerah dengan pelestarian warisan budaya dan tradisi yang menjadi jati diri masyarakat Bali.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Komisi IV DPRD Badung I Nyoman Graha Wicaksana, perwakilan Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, unsur Kecamatan Kuta beserta Tripika Kecamatan, Bendesa Adat Kuta I Komang Alit Ardana, serta krama Desa Adat Kuta yang dengan penuh khidmat mengikuti seluruh rangkaian upacara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *