Bupati dan Ketua DPRD Badung Buka Badung Saka Fest 2026, Wadah Kreativitas Yowana Lewat Ogoh-ogoh
2 min read
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti secara resmi membuka Badung Saka Fest 2026 pada Jumat (6/3) malam di kawasan Balai Budaya, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung. Pembukaan festival budaya tersebut ditandai dengan pemukulan kul-kul (kentongan), sebagai simbol dimulainya ajang kreativitas yowana Badung dalam menampilkan karya ogoh-ogoh terbaik menjelang Hari Raya Nyepi.
Turut hadir dalam acara pembukaan tersebut anggota Komisi V DPRD Badung Nyoman Sudana, Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba, Ketua TP PKK Badung Ny. Ni Putu Rasniathi Adi Arnawa, Ketua Gatriwara Badung Ny. Gusti Ayu Trisna Dewi Anom Gumanti, serta Plt Kepala Dinas Kebudayaan Badung I Made Widiana.
Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti menyampaikan bahwa Badung Saka Fest merupakan ajang yang sangat penting dalam mendorong kreativitas generasi muda, sekaligus menjadi sarana pelestarian seni dan budaya Bali yang telah diwariskan secara turun-temurun. Menurutnya, festival ini memberikan ruang bagi para yowana atau sekaa truna di Kabupaten Badung untuk menampilkan karya ogoh-ogoh terbaik mereka, yang tidak hanya menonjolkan aspek seni rupa, tetapi juga nilai filosofi dan budaya yang terkandung di dalamnya.
“Badung Saka Fest ini merupakan ruang bagi generasi muda untuk mengekspresikan kreativitasnya dan menampilkan inovasi seni yang tetap berlandaskan nilai-nilai budaya lokal. Ogoh-ogoh bukan sekadar karya seni, tetapi juga bagian dari tradisi yang memiliki nilai spiritual dan budaya yang sangat kuat dalam rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Badung memiliki komitmen kuat untuk terus menjaga keberlanjutan seni tradisi, adat, dan budaya Bali. Oleh karena itu, kegiatan seperti Badung Saka Fest dinilai sangat penting untuk memperkuat peran generasi muda dalam melestarikan warisan budaya tersebut. “Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan yang berkaitan dengan pelestarian adat, seni, dan budaya. Kami berharap melalui festival ini kreativitas yowana Badung semakin berkembang, sekaligus mampu menjaga dan melestarikan tradisi ogoh-ogoh yang menjadi bagian penting dari identitas budaya Bali,” jelasnya.
Dengan adanya Badung Saka Fest 2026, diharapkan semangat berkesenian di kalangan generasi muda semakin tumbuh, sekaligus memperkuat pelestarian tradisi ogoh-ogoh sebagai bagian dari kekayaan budaya Bali yang harus terus dijaga dari generasi ke generasi.
Ia juga mengapresiasi langkah Bupati Badung yang memberikan tambahan hadiah hibah kepada para peserta. Menurutnya, dukungan tersebut merupakan bentuk perhatian sekaligus penghargaan terhadap dedikasi dan semangat gotong-royong generasi muda Badung yang telah bekerja keras menciptakan karya ogoh-ogoh berkualitas. “Kami sangat mengapresiasi kebijakan Bupati Badung yang memberikan tambahan hadiah hibah kepada para peserta. Ini tentu menjadi motivasi bagi para yowana untuk terus berkarya dan menghasilkan ogoh-ogoh yang kreatif, inovatif, namun tetap berakar pada nilai-nilai budaya Bali,” imbuhnya