DPRD Badung Hadiri Karya Agung di Desa Adat Getasan, Wujudkan Sinergi Pemerintah dan Masyarakat dalam Pelestarian Adat Bali
2 min read
Suasana khidmat menyelimuti Desa Adat Getasan, Banjar Ubud, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Senin (6/10). Ratusan krama adat memadati areal Pura Pucak Sari untuk mengikuti prosesi Karya Memungkah, Ngenteg Linggih, Padudusan Agung, Mebalik Sumpah Agung, dan Menawa Ratna yang dilaksanakan secara sakral dan tertib. Melalui upacara ini, masyarakat melakukan penyucian kembali linggih para dewa, sebagai simbol penyegaran spiritual dan pemulihan keseimbangan alam sekala dan niskala.
Mewakili Ketua DPRD Kabupaten Badung, Wakil Ketua Komisi I DPRD Badung, I Gusti Lanang Umbara, hadir secara langsung dalam pelaksanaan puncak karya tersebut. Kehadiran beliau disambut hangat oleh Bendesa Adat Getasan beserta seluruh krama. Upacara yadnya berskala besar ini diselenggarakan atas dasar semangat gotong royong (ngayah) seluruh krama adat. Persiapan karya telah dilakukan berbulan-bulan sebelumnya dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat, baik dari kalangan pemangku, sekaa truna, hingga para tetua adat. Hal ini mencerminkan kuatnya nilai kebersamaan dan rasa menyama braya yang masih dipegang teguh oleh masyarakat Desa Adat Getasan.
I Gusti Lanang Umbara menyampaikan dukungan moral dan apresiasi atas semangat masyarakat dalam menjaga kelestarian tradisi leluhur. Karya agung tersebut merupakan wujud sraddha bhakti masyarakat Desa Adat Getasan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas anugerah dan keselamatan yang telah diberikan. “Kami di DPRD Badung sangat mengapresiasi semangat krama Desa Adat Getasan dalam melaksanakan karya agung ini. Tradisi dan yadnya seperti inilah yang memperkuat jati diri serta keharmonisan masyarakat Bali. Pemerintah daerah akan terus mendukung pelestarian adat, seni, dan budaya sebagai bagian penting dari pembangunan daerah yang berkarakter,” terang I Gusti Lanang Umbara.
Ia menambahkan, kegiatan keagamaan dan adat yang digelar masyarakat tidak hanya memiliki nilai spiritual, tetapi juga berdampak sosial dan ekonomi bagi warga. Selain memperkuat kehidupan beragama, karya-karya besar seperti ini juga menumbuhkan sektor ekonomi lokal, terutama pelaku usaha kecil dan penyedia jasa di wilayah sekitar.
Sementara itu, Bendesa Adat Getasan menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah daerah dan DPRD Badung yang selalu hadir mendampingi masyarakat adat. Menurutnya, kehadiran wakil rakyat dalam kegiatan adat memberikan motivasi tersendiri bagi krama untuk terus menjaga tradisi, disiplin, serta semangat gotong royong. “Kami berharap karya agung ini membawa kerahayuan jagat, ketentraman, serta kesejahteraan bagi seluruh warga. Dukungan pemerintah dan DPRD merupakan bentuk nyata sinergi antara lembaga dan masyarakat adat dalam menjaga keharmonisan dan keberlanjutan budaya Bali,” ujarnya.
Melalui pelaksanaan karya agung ini, masyarakat Desa Adat Getasan menegaskan komitmennya untuk terus melestarikan warisan leluhur di tengah perkembangan zaman. Semangat kebersamaan, kesucian yadnya, dan dukungan pemerintah menjadi fondasi penting dalam menjaga harmoni kehidupan masyarakat Badung yang berlandaskan Tri Hita Karana.