I Gusti Anom Gumanti Hadiri Upacara Pecaruan Rsi Gana Pura Tirta Campuhan dan Peresmian Monumen Kalpataru di Patasari Kuta
2 min read
Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti bersama Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri sekaligus turut mendoakan pelaksanaan Upacara Pecaruan Rsi Gana/Melaspas Pura Tirtha Campuhan Patasari Kuta, Rabu (15/10), di Jalan Bypass Ngurah Rai, Gang Patasari II, Kuta. Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dirangkaikan dengan peresmian Monumen Kalpataru yang berdiri di jaba pura (di area Sekretariat Komunitas Peduli Sungai Tukad Mati Lestari Kuta)
Turut hadir dalam kesempatan itu Kadisbud Badung I Gde Eka Sudarwitha, Camat Kuta D. Ngurah Bhayudewa, Sekcam Kuta I Made Agus Suantara, Bendesa Adat Kuta Komang Alit Ardana, Lurah Kuta Putu Dedik Adi Ardiana, Ketua LPM Kuta Putu Adnyana, serta para kelian banjar Temacun, Pemamoran, dan Jabajero.
Ketua DPRD Badung, I Gusti Anom Gumanti menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan upacara yang sarat makna spiritual, sebagai wujud penyucian dan penyeimbangan unsur alam dengan kekuatan niskala. Pelaksanaan upacara ini momentum untuk memohon restu Ida Bhatara, agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, serta membawa jagat rahayu rahajeng bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. “Melalui upacara ini, kita tidak hanya menjaga kesucian, tetapi juga membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga alam adalah bagian dari dharma kita bersama,” ujarnya disela-sela acara.
Tokoh masyarakat asal Kuta ini juga mengapresiasi peran aktif masyarakat dan komunitas lingkungan yang konsisten menjaga kesucian serta kelestarian alam. Menurutnya, kehadiran Monumen Kalpataru merupakan simbol nyata kepedulian masyarakat terhadap pelestarian lingkungan hidup. “Semangat ini patut dijaga dan dikembangkan. Monumen Kalpataru menjadi pengingat bahwa keseimbangan alam adalah tanggung jawab bersama. Semoga dapat menginspirasi masyarakat untuk terus menjaga kebersihan sungai dan keharmonisan antara manusia dengan alam,” imbuhnya.
Monumen Kalpataru tersebut diharapkan menjadi penanda komitmen masyarakat Kuta dalam menjaga dan melestarikan Tukad Mati. Selain memperkuat semangat gotong royong, keberadaan monumen ini juga mencerminkan nilai-nilai Tri Hita Karana, keseimbangan antara hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan lingkungan.
I Gusti Anom Gumanti menegaskan dukungan terhadap Komunitas Peduli Sungai Tukad Mati Lestari Kuta yang terus berupaya dan mengobarkan semangat menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Ia mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan sungai dan tidak lagi membuang sampah sembarangan. “Komunitas lingkungan yang sudah terbentuk ini semoga terus bergerak secara berkelanjutan, menjadi teladan bagi wilayah lain, dan menjaga harmoni antara manusia dan alam, agar lingkungan tetap lestari serta membawa kesejahteraan bagi semua,” pungkasnya.