sekehedemenbali

Media sosialnya semeton Bali

DPRD Badung Made Sada Terima Kunjungan Mahasiswa FISIP Universitas Slamet Riyadi Surakarta: Bahas Strategi Digitalisasi dan Pelayanan Publik

2 min read

Suasana hangat mewarnai ruang pertemuan DPRD Kabupaten Badung pada Selasa (4/11) ketika Ketua Komisi II DPRD Badung I Made Sada menerima kunjungan sekitar 150 mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Slamet Riyadi Surakarta, yang turut didampingi oleh dosen pembimbing Haryo Kusumo Aji.

Kunjungan tersebut bertujuan memperluas wawasan mahasiswa melalui pembelajaran langsung di lembaga pemerintahan yang relevan dengan disiplin keilmuan mereka. “Kunjungan ini kami lakukan untuk menambah pemahaman mahasiswa mengenai strategi pemerintah daerah dalam membangun infrastruktur komunikasi digital,” ujar Haryo Kusumo Aji.

Dalam sambutannya, I Made Sada terlebih dahulu memperkenalkan profil DPRD Badung yang terdiri dari 45 anggota, dengan komposisi satu ketua, tiga wakil ketua, dan 41 anggota lainnya. Ia juga menjelaskan struktur fraksi di DPRD Badung, yakni Fraksi PDI Perjuangan dan Demokrat (30 anggota), Fraksi Golkar (11 anggota), serta Fraksi Gerindra (4 anggota).

Lebih lanjut, Sada memaparkan tiga fungsi utama legislatif, yaitu fungsi legislasi, fungsi anggaran (budgeting), dan fungsi pengawasan. “Ketiganya menjadi pilar utama dalam mewujudkan pemerintahan yang aspiratif dan transparan,” ujarnya.

Terkait tema kunjungan, Sada menegaskan bahwa digitalisasi merupakan keniscayaan di era modern, dan Pemerintah Kabupaten Badung telah menerapkannya di hampir semua lini pelayanan publik. Salah satu inovasi unggulan adalah program “Kontak Bupati”, layanan aduan masyarakat berbasis digital yang dapat diakses melalui berbagai platform seperti WhatsApp, Facebook, Instagram dan di Tiktok juga. “Melalui Kontak Bupati, warga cukup menyampaikan keluhan mereka, seperti jalan rusak atau lampu penerangan jalan mati. Dalam waktu singkat, laporan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh perangkat daerah terkait,” jelasnya.

Selain itu, Pemkab Badung juga telah memasang jaringan fiber optic dan wifi gratis di berbagai titik publik seperti objek wisata, sekolah, rumah sakit, puskesmas, balai banjar, dan pura. Program ini tidak hanya meningkatkan akses digital masyarakat, tetapi juga mendukung kegiatan edukasi serta promosi produk lokal melalui media sosial.

Menjaga keamanan juga menjadi perhatian serius melalui pemasangan CCTV analitik di berbagai titik strategis, termasuk di Jembatan Tukad Bangkung yang dikenal sebagai salah satu jembatan tertinggi di Asia Tenggara. “CCTV ini mampu merekam wajah dan plat kendaraan, serta membantu aparat dalam mencegah berbagai potensi kejadian berisiko,” imbuhnya.

Dalam sesi diskusi, para mahasiswa antusias menanyakan berbagai topik, mulai dari strategi kesejahteraan masyarakat Badung, pengelolaan APBD yang mencapai lebih dari Rp10 triliun, hingga penanganan masalah sampah. Sada juga berpesan kepada mahasiswa ttg pentingnya menguasai teknilogi, semua Mahasiswa harus sungguh-sungguh mempelajarinya dan bisa bijak saat menggunakannya.

Kunjungan edukatif ini ditutup dengan pertukaran cenderamata dan sesi foto bersama, menandai semangat kolaborasi antara dunia akademik dan lembaga pemerintahan dalam memperkuat literasi kebijakan publik berbasis digital.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *