Ketua DPRD Badung Pimpin Rapat Persiapan Museum Perdamaian Bali di Kuta
2 min read
Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti menegaskan pentingnya menghadirkan ruh dan makna yang kuat dalam rencana pembangunan Museum Perdamaian Bali di Jalan Legian, Kuta. Hal itu disampaikan saat ia memimpin rapat koordinasi lintas OPD terkait persiapan pembangunan museum tersebut, Rabu (3/12).
Menurut Anom Gumanti, museum ini bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi harus menjadi ruang edukasi yang mampu menghidupkan kembali ingatan kolektif tentang nilai harmoni, toleransi, dan pentingnya menjaga perdamaian. “Museum Perdamaian Bali tidak boleh kosong makna. Ia harus memiliki narasi yang jelas bahwa Bali adalah ruang harmoni, tempat kita belajar dari masa lalu untuk menjaga masa depan,” ujar Anom Gumanti.
Rapat turut dihadiri Ketua Komisi II DPRD Badung I Made Sada serta Anggota DPRD Badung Wayan Puspa Negara. Keduanya menekankan perlunya perencanaan yang matang, terutama dalam menyusun alur cerita museum agar pengunjung tidak hanya melihat bangunan, tetapi mengalami pesan perdamaian secara menyeluruh.
Paparan konsep desain disampaikan oleh Tim Konsultan Perencanaan Dinas PUPR Badung, mencakup struktur bangunan, tata ruang, integrasi teknologi informasi, hingga unsur penguatan budaya Bali. Ketua Komisi II, I Made Sada menekankan bahwa desain museum harus memiliki “jiwa”. “Jangan hanya bagus secara arsitektur, tapi juga bermakna. Museum ini harus mampu menyampaikan spirit perdamaian dan kearifan lokal Bali,” tegasnya.
Rapat koordinasi tersebut juga melibatkan unsur Sekretariat Daerah Badung, Dinas Kebudayaan, Dinas PUPR, Bappeda, BPKAD, Bagian Tata Pemerintahan, serta Camat dan Lurah Kuta. Kehadiran lintas perangkat daerah ini menandai langkah awal penyelarasan program agar perencanaan tidak berjalan parsial.
Plt. Asisten I Setda Badung, Wayan Wijana menyatakan bahwa Pemkab Badung berkomitmen menjaga proses pembangunan museum berlangsung akuntabel. “Seluruh proses akan kami pastikan berjalan transparan, terukur, dan saling bersinergi antar-OPD. Ini proyek yang penting bagi wajah Kuta dan bagi edukasi masyarakat,” ujarnya.
Pemkab Badung menargetkan Museum Perdamaian Bali dapat menjadi ikon baru kawasan Kuta, bukan hanya sebagai daya tarik wisata budaya, tetapi juga sebagai ruang refleksi bagi warga lokal, wisatawan, hingga generasi muda tentang arti penting menjaga perdamaian di Bali dan dunia.