Ketua DPRD Badung Hadiri Pujawali SDN 4 Kuta, Dorong Penguatan Karakter untuk Menyongsong Indonesia Emas
2 min read
Ketua DPRD Kabupaten Badung, I Gusti Anom Gumanti menghadiri upacara Memungkah, Ngenteg Linggih, Mapadudusan Alit, Caru Rsi Gana Wrhaspati Kalpa dan Pujawali di SDN 4 Kuta pada Sabtu (3/1) pagi. Upacara ini digelar sebagai bentuk penyucian sekaligus penyempurnaan sarana prasarana pendidikan, serta memohon keselamatan dan kelancaran seluruh aktivitas belajar mengajar di sekolah.
Kegiatan turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua Komisi IV DPRD Badung Nyoman Graha Wicaksana, Bendesa Adat Kuta Komang Alit Ardana, Sekcam Kuta Made Agus Suantara, Lurah Kuta Putu Dedik Adi Ardiana, Ketua LPM Kuta Putu Adnyana, serta perwakilan Kaling Bankar Buni dan Banjar Teba Sari. Dari unsur pendidikan hadir pula jajaran Disdikpora Badung, PGRI Kecamatan Kuta, K3S Kecamatan Kuta, seluruh kepala sekolah SD Gugus 1, kepala SMPN 1 dan SMPN 2 Kuta, serta para guru.
Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti menekankan pentingnya peran upacara adat di lingkungan pendidikan sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi muda. Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti ini tidak hanya menjadi wujud pelestarian tradisi, namun juga sarana menanamkan nilai spiritual, disiplin, serta rasa hormat kepada peserta didik.
“Pembangunan sumber daya manusia harus dimulai sejak usia dini, dengan menggabungkan aspek akademik, karakter, budaya, dan spiritualitas,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh pihak, terutama para guru, untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan memperkuat pembinaan karakter. Dengan demikian, upaya membentuk generasi yang unggul dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045 dapat terwujud secara nyata.
Usai rangkaian upacara, Anom Gumanti menyampaikan harapannya agar SDN 4 Kuta semakin maju dan mampu melahirkan generasi yang cerdas, berprestasi, dan berkarakter. “Semoga setelah upacara ini, seluruh warga sekolah mendapatkan sinar terang, keselamatan, serta kemudahan dalam menjalankan tugas. Saya berharap SDN 4 Kuta terus berkembang dan mampu mencetak siswa-siswi yang siap menghadapi tantangan zaman,” katanya.
Rangkaian upacara diakhiri dengan persembahyangan bersama oleh seluruh undangan, guru, serta siswa. Suasana yang teduh dan penuh kebersamaan menjadi simbol kuat harmonisasi antara pendidikan, adat, dan masyarakat di Kuta.