DPRD Badung Apresiasi Semangat Krama Sempidi Laksanakan Karya Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya
2 min read
Anggota DPRD Badung I Nyoman Satria bersama I Made Yudana Nodya Karya Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya di Wantilan Desa Adat Sempidi pada Selasa (7/10). Karya ini dipuput oleh Ida Pedanda Griya Gede Tegeha Sempidi ini dihadiri langsung oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dan Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta, serta anggota DPD RI I Komang Merta Jiwa, Ketua TP PKK Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, Camat Mengwi, Lurah Sempidi, Bendesa Adat Sempidi, tokoh masyarakat Desa Adat Sempidi, serta masyarakat setempat.
I Made Yudana menyampaikan apresiasi atas kekompakan masyarakat dalam melaksanakan karya suci tersebut. Karya yadnya ini mencerminkan semangat gotong royong dan kesadaran spiritual masyarakat yang luar biasa. Di tengah kemajuan zaman, Desa Adat Sempidi mampu menjaga harmoni antara adat, budaya, dan pembangunan. “Kami merasa bersyukur dapat hadir nodya, sekaligus ikut mendoakan agar pelaksanaan karya manusa yadnya dan pitra yadnya bisa berjalan lancar dan labda karya sida sidaning don. Kami merasa bangga dan mengapresiasi atas semangat krama melaksanakan yadnya sebagai tanggung jawab dan menunjukkan rasa bakti kepada leluhur,” ucapnya.
Pemerintah bersama DPRD Badung akan terus mendukung kegiatan keagamaan dan adat seperti ini sebagai bagian dari pelestarian budaya Bali. Ia berharap warga senantiasa selalu bersatu sagilik saguluk salunglung sabayantaka dalam melaksanakan yadnya. “Kami di legislatif berkomitmen untuk mendukung program pelestarian adat dan kegiatan keagamaan masyarakat, karena di sanalah akar jati diri dan karakter Bali sesungguhnya,” tegasnya.
Bendesa Adat Sempidi, I Gusti Ngurah Martana menerangkan bahwa Karya Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya ini merupakan upacara keagamaan yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali untuk memuliakan leluhur dan memohon keselamatan bagi masyarakat. Tahun ini karya dilaksanakan ke-12 kalinya, dengan jumlah sawa nyekah 161, metatah 125, menek kelih 82, mepetik 43, warak keturon 26, ngelungah 12, ngelangkir 12, ngaben 5. Dedunonan karya sudah dimulai dari tanggal 23 Juli 2025, dengan puncak karya dilaksanakan pada tanggal 9 Oktober 2025.