sekehedemenbali

Media sosialnya semeton Bali

Hadiri Panen Raya Desa Taman, DPRD Badung Pertegas Komitmen pada Ketahanan Pangan

2 min read

Mewakili Ketua DPRD Badung, Anggota DPRD Kabupaten Badung I Gede Budiyoga hadir secara langsung dalam kegiatan Panen Raya, Pengumuman Swasembada Pangan, serta penyerahan penghargaan Presiden Republik Indonesia atas kontribusi dalam pencapaian Swasembada Pangan Tahun 2025. Kehadirannya pada Rabu (7/1/2025) di Desa Taman, Kecamatan Abiansemal, menjadi representasi resmi Ketua DPRD Badung dalam agenda strategis tersebut.

Kegiatan yang dipusatkan di Banjar Delod Pasar, Subak Taman, ini turut dihadiri Angdam Udayana IX, Danrem 163/Wira Satya, Danlanud I Gusti Ngurah Rai, Danlanal Denpasar, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Badung, serta Camat Abiansemal.

I Gede Budiyoga menegaskan bahwa lembaga legislatif akan terus memperkuat dukungan terhadap sektor pertanian melalui kebijakan yang berpihak pada petani. DPRD Badung akan terus mengawal program-program peningkatan produktivitas pertanian, termasuk penyediaan sarana prasarana, peningkatan kualitas SDM petani, hingga kebijakan yang memastikan keberlanjutan lahan pertanian. “Kami di DPRD Badung berkomitmen menjaga agar setiap program pembangunan tetap berpijak pada kebutuhan petani. Panen Raya ini adalah bukti bahwa pertanian di Badung, khususnya di Desa Taman, memiliki potensi besar yang wajib kita pertahankan dan kembangkan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa agenda seperti ini memiliki makna yang lebih luas dari sekadar seremoni panen, karena menjadi ruang evaluasi sekaligus motivasi untuk memperkuat ketahanan pangan daerah. Ia berharap sektor pertanian semakin mendapatkan ruang untuk berkembang melalui kebijakan yang tepat sasaran, fasilitasi yang lebih kuat, serta peningkatan kapasitas petani dalam menghadapi dinamika pertanian modern. “Kami ingin memastikan bahwa upaya swasembada pangan terus berkembang. Apa yang dicapai tahun 2025 ini adalah tonggak penting, dan tentu harus dilanjutkan dengan inovasi dan dukungan berkelanjutan,” tegasnya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga keberadaan subak sebagai sistem irigasi tradisional yang telah terbukti mampu menopang stabilitas pertanian Bali selama berabad-abad. “Subak bukan hanya sistem pengairan, tetapi identitas budaya yang menjaga harmoni alam dan manusia. Melalui momentum ini, kami berharap semangat para petani semakin meningkat dalam menerapkan pertanian berkelanjutan, sekaligus memastikan subak tetap menjadi fondasi utama pertanian Bali,” kata I Gede Budiyoga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *